Senin, 08 Juni 2009

PAKU DI PAGAR

dahulu ada seorang gadis kecil yg berwatak buruk.
ibu gadis itu memberinya sekantung paku dan memerintahkannya untuk menancapkan paku itupada bagian belakang pagar setiap kali ia marah.
Pada hari pertama, gadis kecil itu menancapkan 37 paku kepagar. namun,beberapa minggu berikutnya karena ia mulai bisa mengendalikan dirinya. jumlah paku yang ia tancapkan ke pagar semakin kurang. ia juga menyadari bahwa lebih mudah menahan amarah dari pada menancapkan paku ke pagar. akhirnya, tibalah saat di mana gadis itu bisa menguasai dirinya dan tidak pernah marah lagi. ia lalu menceritakan hal ini kepada ibunya, ibunya menyarankan agar ia sekarang mencabut paku dari pagar setiap kali ia bisa menguasai amarahnya. setelah lewat beberapa hari,gadis itu melapor kepada ibunnya, bahwa paku-paku yg tertancap di pagar telah tercabut semua. sang ibu kemudian mengandeng tangan anaknya ke pagar lalu berkata," kau sekarang telah berprilaku baik, nak, tapi lihat lubang-lubang di pagar itu. pagar itu tidak akan pernah sama seperti dahulu. sewaktu kau marah-marah, kata-kata yang kau ucapkan menyebabkan luka persis seperti lubang-lubang di pagar ini." kau dapat menusukkan pisau ke tubuh seseorang lalu mencabutnya. tak jadi masalah beberapa banuak kau berkata : maafkan aku, tapi luka itu akan tetap ada disitu. luka yg diakibatkan lisanmu sepedih luka tusukan itu. sesungguhnya, teman adalah mutiara yg sangat berharga. mereka membuatmu tersenyum, mendorongmu agar sukses, mendengarkan keluh kesahmu, mengecapkan pujian untuk mu dan selalu berlapang dada terhadapmu.
* * * * *
kau adalah sahabatku, dan aku merasa terhormat memiliki teman sepertimu. tolong maafkan aku, bila aku pernah meninggalkan lubang di pagar hatimu.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar